Kapolres Lampung Selatan Gelar Konferensi Pers Tentang Hasil Ops Antik

 

Kapolres didampingi Kabag Ops, Kasubbag Humas, Kasat Narkoba, dan Perwira lainnya sedang memberikan keterangan pers.    Tribratanews.lampung.polri.go.id, Lampung Selatan – Kapolres Lampung Selatan,AKBP. Mohamad Syarhan SIK MH menggelar konferensi pers tentang ungkap kasus hasil Ops Antik Krakatau 2019, Jum’at, 30/8/2019, di halaman Mapolres.                                 Dua orang yang menjadi sasaran target operasi (TO) telah dapat diamankan beserta barang buktinya.

Dalam keterangan persnya, Kapolres menjelaskan bahwa, kedua orang tersebut berinitial ES alias SS, ditangkap pada Senin, 12/8/2019, di Desa Klaten Kecamatan Penengahan, dengan barang bukti 2 batang pohon ganja setinggi sekitar 50 cm, yang ditanam dalam pot. Dan TO lainnya adalah AN alias HT, ditangkap hari Senin, 19/8/2019, di Desa Rejomulyo Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, dengan barang bukti berupa 0,25 gram yang dibungkus dengan plastik bening.
Kapolres juga menjelaskan bahwa, capaian keseluruhan selama Ops Antik, yakni jumlah ungkap kasus sebanyak 40 kasus, jumlah tersangka laki-laki 57 dan perempuan 2 orang. Barang bukti shabu 1.466,41 gram, ganja 30 gram dan 2 batang pohon, uang Rp.669.000.


Selain itu, Kapolres juga menjelaskan tentang ungkap kasus peredaran narkoba dengan modus baru, dengan kronologis peristiwanya seperti berikut ini : Dari Jawa Timur, pada hari Kamis , 08 Agustus 2019, sekitar pukul 19.00 WIB, tersanqka Abdul Munib mendapat perintah dari  Rofik berangkat ke Batam untuk menjemput shabu. Kemudian pada  Jum’at , 09 Agustus 2019, sekitar pukul 14.00 WIB , Abdul Munib berangkat darI Bandara Juanda Surabaya menuju Batam dan tiba sekira pukul 16.00 Wib dan memberi kabar pada  Rofik dan tersangka As’ari bahwa, sudah sampai di Batam, dan menginap di Hotel Pandawa Lima kamar 306, atas perintah  Rofik agar tetap menunggu sampai barang datang berapa pun lamanya. Beberapa hari berselang hingga pada hari Selasa , 13 Agustus 2019, sekitar pukul 16.00 WIB  Abdul Munib ditelpon oleh  Rofik diberi tahu bahwa barang sudah diantar, dan tidak lama kemudan pegawai hotel memanggil  Abdul Munib memberitahu bahwa ada tukang ojek mengantar barang dari Malaysia yang dituiukan untuk orang yang menginap di kamar 306.   Abdul Munib barang tersebut dan menyimpannya di kamar hotel. Keesokan harinya yaitu Rabu , 14 Agustus 2019, sekitar pukul 06.00 WIB atas perintah  Rofik , Abdul Munib berangkat ke Tembilahan membawa kardus berisikan shabu. Selanjutnya dari Tembilahan sekitar pukul 24.00 WIB dengan menumpang Bus ALS menuju Surabaya untuk menyerahkan kardus tersebut kepada  As’ari. Ketika sampai di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan tersangka Abdul Munib di tangkap oleh anggota Sat Narkoba Polres Lampung Selatan dan dilakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan terhadap penerimanya. Pada hari Selasa , 20 Agustus 2019, sekitar pukul 09.00 WIB di Sampang Jawa Timur berhasil ditangkap penerima shabu yang di bawa oleh tersangka Abdul Munib yaitu  As’ari dan tersangka M. Nasir.  Modus baru yang dipakai adalah Shabu dimasukkan ke dalam plastik dikemas membentuk kepingan-kepingan tipis, kemudian ditempelkan  di sisi-sisi kardus paketan berisi sprey/selimut, dan dikemas baru menjadi barang bawaan penumpang bus. Shabu kemasan kepingan tipis itu berat seluruhnya mencapai 1,4 kg.
“Para tersangka dapat dikenakan sanksi undang-undang nomor 35 tahun 2009, dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun sampai dengan seumur hidup”, pungkas Kapolres.(*/Suripto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 4 =