Kasat Reskrim Hadiri Rapat Pembahasan Kabupaten Tanggamus Layak Anak

TANGGAMUS – Mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, SH. SIK. Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH menghadiri rapat terpadu terbentuknya Kabupaten Tanggamus Layak Anak (KLA) yang digelar di ruang rapat utama (Rupatama) Pemkab Tanggamus, Kamis (29/8/19.

Rapat dihadiri langsung Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Wakil Bupati Hi. AM. Safii, Kasdim 0424 Tanggamus Mayor Suhada Erwin, Perwakilan Kemenag Tanggamus.

Kemudian Asisten Bidang Pemerintahan Jhonsen Vannisa, Asisten bidang ekonomi dan pembangunan Fb. Karjionk, Asisten Bidang Pemerintahan Firman Ranie, Kepala PP. PA Dalduk Tanggamus Edison.

Lalu, Ketua TP PKK, Hj. Sri Nilawati Syafi’i, Ketua DWP Ny. Nuraini Hamid  Lubis, Kanit PPA Satreskrim Polres Tanggamus dan OPD serta Camat se-Kabupaten Tanggamus.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mengatakan bahwa pihaknya mendukung apa yang dilaksanakan Pemkab Tanggamus dalam pelaksanaan KLA, bahkan selaku penegak hukum berupaya masuk kedalam kelompok kerja KLA

“Harapan kami dapat masuk program, mulai pencegahan, gakkum maupun rehabilitasi korban atau pelaku anak di bawah umur khusus dibawah 12 tahun,” kata AKP Edi Qorinas.

Sementar itu Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, dalam sambutannya menginginkan semua lapisan, baik itu satuan kerja, kecamatan serta pekon menyatukan komitmen dalam rangka terbentuknya Kabupaten Layak Anak (KLA).

Menurut Bupati Dewi Handajani, untuk membentuk KLA diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak, dalam rangka mengajak serta bahu membahu untuk dapat berkomitmen bahwa anak adalah aset yang harus dijaga didik dan dibimbing agar kedepannya menjadi generasi yang berkualitas.

“Semua itu tidaklah mudah tanpa didasari, oleh komitmen kita bersama, dan kita mulai hari ini dibentuknya gugus kabupaten layak anak di Kabupaten Tanggamus, harapan kita kedepan terbentuknya pekon layak anak, kecamatan layak anak, kabupaten layak anak dan otomatis dikenang yang lebih tinggi lagi, yakni provinsi layak anak, sehingga insyallah anak-anak bangsa Indonesia ini akan menjadi generasi yang berkualitas,”ujarnya.

Masih menurut Bupati atau sapaan akrabnya Bunda Dewi, jumlah anak anak di Indonesia mencapai sepertiga, sehingga demikian menurutnya perhatian harus lebih intensif diberikan kepada anak anak, hal ini agar tidak menjadi beban pembangunan, hal tersebut menurutnya akan dapat diatasi melalui komitmen bersama sehingga tidak menjadi beban melainkan menjadi modal pembangunan.

“Anak anak harus kita rangsang memiliki kreativitas, inovasi, produktif dan tidak melakukan hal hal yang justru akan menghambat dan merusak masa depan mereka, yang tentunya ini juga akan mengganggu keberlangsungan bangsa dan negara,”ujarnya.

Bupati berharap, bahwa kedepan Kabupaten Tanggamus harus terwujud menjadi Kabupaten Layak anak. Parameter yang ada harus kita penuhi sehingga kabupaten Tanggamus ini menjadi Kabupaten layak anak, serta Tanggamus juga harus memiliki Inovasi-inovasi yang belum ada dari Kabupaten” yang lainnya. Serta kedepan semua itu akan kita evaluasi dalam menggali potensi yg sudah ada apakah semua itu masuk dalam Kabupaten Layak Anak (KLA),Ujarnya”.

Ditempat sama, Fasilitator Kabupaten Layak anak Toni Fisher sekaligus pemateri, menerangkan bahwa ada enam cluster terdiri dari 24 indikator untuk menentukan bahwa apakah Kabupaten tersebut berhak menyandang sebagai KLA, terwujud nya KLA menurutnya tentu melibatkan semua pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

“Untuk itu tadi saya sampaikan, bagaimana peran dari masing masing satker hingga ketingkat kasi ini tujuannya agar mereka terbuka bahwa selama ini apa yang menjadi rutinitas setiap hari itu adalah bagian dari KLA,”terangnya.

Toni menerangkan, untuk mewujudkan KLA di Kabupaten Tanggamus ia menginginkan kedepan hal serupa bisa kembali dilakukan, pada pertemuan terkahir nanti akan dilakukan evaluasi bagi seluruh OPD untuk membawa program yang berkaitan dengan KLA, evaluasi ini dilakukan untuk menghadapi penilaian pada bulan April tahun 2020 mendatang.

“Kalau saya melihat paradigma apa yang menjadi sampaian dari semua OPD, minuman Tanggamus Mindya atau Madya, terlebih Tanggamus terkenal dengan objek wisatanya, kenapa tidak kita fokuskan wisata ramah anak, nanti integrasinya juga bisa dari OPD yang lain, baik itu BPBD, Dinas Sosial dan lainnya sehingga semua memiliki peran,”tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − 1 =