Polres Lamsel Amankan 187 KG Ganja Dan 5 Tersangka

Tribratanews.lampung.go.id, Polres Lampung Selatan – Pada Jum’at , 07 September 2018 sekira pukul 16.30 WIB di Areal Pemenksaan Seaport Interdlction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni,  Lampung Selatan, petugas melaksanakan pemenksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan Truck Box Nomor polls: BH 8551 JU, warna Orange mobll paket ekspedisi angkutan PT . iNDAH LOGISTIK CARGO. Saat itu petugas menemukan paket sebanyak 126  dengan berat 126kg. Ganja tersebut dlkemas dalam 8 kardus , dibungkus   karung plastik warna putih kombmasi , dan ditaruh di dalam  box mobll tersebut, kemudlan saksi saksi  dan barang bukti dibawa ke Kantor Sat Narkoba Polres Lampung Selatan guna pemenksaan Ieblh lanjut .Tersangka dalam proses penyelidikan.

Berdasarkan surat keterangan pengiriman barang paket ekspedisi  angkutan PT. INDAH LOGISI’IK CARGO, paket tersebut dikirim dari Pidie, Aceh tujuan ke Jakarta Timur.”

Jika dunilai dengan Rupiah barang bukti tersebut Rp.3.15000.000 dengan asumsi 1 Kilogram seharga Rp.2.500.000,

Dampak buruk yang ditimbulkan bila Narkotlka ]enis ganja tersebut lolos, maka dikhawatirkan 126 000 orang , dengan asumsi  1 gram dlkonsumsi oleh l orang .

Kemudian pada Kamis , 27 September 2018 selutar pukul 21.30 WIB  tertangkap tangan dua orang Iakr-laki atas nama Walinono Samad dan Yudis Tira Piandi yang mengendarai kendaraan Toyota Kijang Innova warna Abu abu nomor polls: D 206 UU, ketika melintas di Area Pemenksaan Seaport Interdrctlon Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni,  Lampung Selatan.  Pada saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan Kijang Innova tersebut ditemukan barang berupa 61 paket dilakban coklat dan plastik hitam berisi Narkot ka Golongan 1 Jenis Ganja di Bad Leadrng pintu bagian dasbor, dan di bawah mesin mobil dilapiskan kawat mobrl Kijang Innova tersebut. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Kanto Sat Narkoba Polres Lampung Selatan guna pemeriksaan lebih lanjut. —

Ganja sebanyak 61 paket tersebut dibawa dan Aceh dengan tujuan ke Jakarta.  Awalnya  Walinono Samad mendapat perintah atau pekerjaan untuk mengambil dan mengantarkan Ganja tersebut dari seseorang  bernama  Akim (dpo), kemudian  Walinono Samad mengajak Yudis Tira Piandi untuk berangkat ke Aceh guna mengambil ganja tersebut, dengan dljanjlkan akan drberi upah sebesar per paket sebesar Rp. 300 000, total keseluruhan upah  yang akan drterima sebesar Rp.18.300.000,-

Waunono Samad baru menerima uang Jalan sebesar Rp.12.000.000, bersama Yudis Tira Piandi, berangkat darl Jakarta menggunakan kendaraan Toyota Kijang Innova warna Abu-abu Nomor pow D206 UU, untuk mengambl ganja di Banda Aceh dan diantarkan ke Jakarta, dan ditangkap petugas Seaport Interdiction Bakauheni.

Kemudran drlakukan pengembangan kembali perkara guna mengungkap )aringan selanjutnya, pada  Sabtu, 29 September 2018 sekitar pukul 05.00 WIB di Pom Bensin daerah Kecamatan Karawang Barat Kabupaten  Karawang Jawa Barat, tertangkap seorang tersangka atas nama Virgiawan Listianto.  Pada  sekitar pukul 06.00 WIB di Warung bawah Flayover daerah Jatirasa Barat Kecamatan Karawang Barat, tertangkap seorang tersangka lagi atas nama Suryana, kemudian pada  Senin 01 Oktober 2018 sekitar pukul 16.00 WIB di depan ruko yang berada di Trans Studro di Jalan Gatot subroto Kota Bandung Jawa Barat, tertangkap tersangka atas nama  Agus Mulyana.

Tersangka Virgiawan Listxanto, Suryana dan Agus Mulyana, dljanjikan imbalan sebesar Rp. 25.000.000 oleh Zainudln als Zai als Dlkl (dpo).

 

Apabila ganja tersebut lolos, maka dikhawatrrkan 61.000 (enam puluh satu nbu) orang menjadi korban Narkotika  tersebut dengan asumsi untuk per  gram dikonsumsi oleh 1 orang.

Total ganja 187 paket / 187 kg  dan 5 tersangka diamankan di Polres Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan Kapolres Lampung Selatan AKBP. M.Syarhan, SIK,MH  pada penyampaian konferensi pers di halaman Mapolres, Kamis pagi, 18/10/2018.

Para tersangka dapat dikenakan pada pelanggaran pasal 111, 114, dan 115 Undang-undang 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun, dan maksimal 20 tahun, serta denda maksimal 10 milyar rupiah, demikian ujar Kapolres.

Penulis : Suripto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =