tribratanews.lampung.polri.go.id. Pringsewu – Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Pringsewu memberikan layanan kesehatan dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana banjir di Pekon Sidoharjo, Pringsewu pada Selasa (21/1/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polres Pringsewu terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis akibat dampak banjir.
Kasi Dokkes Polres Pringsewu, Ipda dr. Deno Madasa Subing, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan atas arahan Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra. "Kami hadir di sini untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga. Selain memberikan pengobatan gratis, kami juga membagikan obat-obatan yang dibutuhkan," ujar Ipda dr. Deno saat ditemui di lokasi pada Selasa (21/1/2025).
Dalam kegiatan ini, tim Dokkes mendirikan posko kesehatan darurat dan memberikan pelayanan kepada puluhan warga, termasuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil. dr. Deno juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan asupan air minum yang layak guna mencegah penyebaran penyakit. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Polres Pringsewu akan terus mendampingi warga hingga situasi kembali normal," tambahnya.
Warga terdampak banjir menyambut baik adanya layanan kesehatan dari Polres Pringsewu. Salah satu warga, Sumilah (45), mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. "Kami sangat berterima kasih kepada Polres Pringsewu yang sudah peduli dengan keadaan kami. Dengan adanya layanan kesehatan ini, kami tidak perlu jauh-jauh mencari pengobatan, apalagi di tengah situasi sulit seperti sekarang," ujar Siti.
Ungkapan serupa disampaikan oleh Bambang (50), warga lainnya, yang merasa terbantu dengan pengobatan gratis ini. "Ini sangat membantu kami, terutama untuk lansia dan anak-anak yang rentan sakit. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan," katanya.
Sebagai informasi, Akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pringsewu dalam beberapa hari terakhir, banjir melanda setidaknya tiga kecamatan, yaitu Pringsewu, Gadingrejo dan Ambarawa. Selain merendam pemukiman penduduk, banjir juga menggenangi ratusan hektar sawah yang belum lama ditanami yang berada disepanjang aliran sugay Way Bulok.
Musibah banjir ini menjadi yang terparah kedua setelah bencana serupa pada tahun 2017 dimana akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pringsewu hampir terputus akibat tingginya debit air.
Dengan kondisi yang ada, Polres Pringsewu bersama instansi terkait terus berupaya mengantisipasi dampak lebih lanjut dari banjir, termasuk potensi kerugian material yang lebih besar dan risiko kesehatan bagi warga terdampak. (*)