Menjelang Akhir Operasi Zebra 2025, Polres Pringsewu Gencarkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

28/11/2025 15:00:00 WIB 348
tribratanews.lampung.polri.go.id. Pringsewu Jumat 28 Nopember 2025 — Menjelang dua hari berakhirnya Operasi Zebra 2025, Polres Pringsewu semakin mengintensifkan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Beragam kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan terus digencarkan, termasuk di wilayah Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu dan Gadingrejo pada Jumat (28/11/2025)

Petugas kepolisian tampak berkeliling di sejumlah pusat keramaian untuk mengampanyekan pentingnya tertib berlalu lintas sebagai langkah menekan tingginya angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan, seperti memakai helm standar, menggunakan sabuk keselamatan, serta menaati berbagai ketentuan lain demi keselamatan bersama.

Tidak hanya melalui penyampaian imbauan secara lisan, polisi juga membagikan leaflet berisi informasi keselamatan kepada para pengendara dan warga yang ditemui di lokasi kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terkait pentingnya budaya aman dan tertib saat berkendara.

Sementara itu, Satgas Gakkum Polres Pringsewu terus melakukan penindakan terhadap para pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan. Penindakan diperluas ke berbagai titik guna memastikan kepatuhan masyarakat semakin meningkat dan tumbuh secara berkelanjutan, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di seluruh wilayah Pringsewu.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menyampaikan bahwa Operasi Zebra bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi lebih pada membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan saat berkendara. Menurutnya, Operasi Zebra menjadi momentum untuk kembali menata perilaku berlalu lintas, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih disiplin dan memahami risiko dari setiap pelanggaran.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas kecelakaan bermula dari pelanggaran sederhana yang sering diabaikan, seperti tidak memakai helm, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara. Karena itu, edukasi dan penindakan harus berjalan berdampingan agar pesan keselamatan benar-benar tersampaikan dan dipatuhi.

“Kami berharap setelah Operasi Zebra berakhir, disiplin berlalu lintas tidak ikut berhenti. Justru harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Keselamatan adalah kebutuhan bersama, bukan hanya tanggung jawab polisi,” ujarnya.

Iptu Kadek juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berada di jalan raya. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas merupakan langkah kecil yang berdampak besar dalam mencegah kecelakaan dan menyelamatkan nyawa.

Dengan berbagai upaya yang terus diperkuat hingga hari terakhir Operasi Zebra, Polres Pringsewu menargetkan terciptanya lingkungan berlalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(*)

Share this post