Kapolres Pimpin Langsung Upacara PTDH di Lapangan Mako Polres Lam-Tim

Kapolres Lampung Timur Akbp. Taufan Dirgantoro S,Ik. Memimpin berlangsungnya Giat Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sukadana, Senin (04/19).

Polres Lampung Timur melaksanakan upacara dalam rangka pemberian PUNISHMENT atau pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada personil Polres Lampung Timur atas nama Iptu Agus Susanto, S.IP NRP. 7 30303 30 jabatan pama sat Sabhara Polres Lampung Timur secara INABSENSIA Karena yang bersangkutan telah melanggar pasal 14 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa upacara pemberhentian tidak dengan hormat PTDH yang baru kita laksanakan ini merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas berupa punishment atau sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran baik pelanggaran disiplin maupun kode etik kepolisian” Terang Kapolres.

Cara pemberhentian tidak dengan hormat terhadap saudara Agus Susanto SIP ini telah ditinjau dari beberapa aspek seperti :

1. asas kepastian yaitu dengan beratkan adanya kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya

2. asas kemanfaatan yaitu pertimbangan seberapa besar manfaatnya bagi organisasi Polri dan anggota Polri yang dijatuhi hukuman PTDH tersebut.

4. Asas keadilan yaitu memberikan REWARD kepada personel yang berprestasi dan memberikan PUNISHMENT / hukuman kepada personil yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik.

Keputusan ini tidak diambil dalam waktu singkat tetapi telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang penuh pertimbangan dan dengan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku.

“Sebagai manusia biasa saya merasa berat dan sedih untuk melakukan upacara ini karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan tetapi juga kepada keluarga besarnya akan tetapi dituntut tentunya putusan ini tidak diambil dalam waktu singkat, akan tetapi telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang penuh pertimbangan dan dengan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku mulai dari proses pemanggilan dengan maksud yang bersangkutan bisa berubah bisa lebih baik dan disiplin dalam berdinas pemeriksaan oleh Sie Propam dan Pesanan sidang kode etik Kepolisian Negara Republik Indonesia sampai akhirnya yang bersangkutan dipandang tidak layak untuk dipertahankan sebagai anggota Polri” Tambah Kapolres.

Keputusan PTDH ini sudah jelas sebagaimana petikan keputusan Kapolri Nomor/15 28 miring 8 Romawi kelas 9 2019 tanggal 23 Agustus 2019 tentang pemberhentian tidak dengan hormat atas nama Agus Susanto 7303 0330 jabatan Panit 1 Sat Sabhara Polres Lampung Timur.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres memberikan pesan kepada yang bersangkutan dimanapun berada Semoga dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada, walaupun sudah tidak menjadi anggota Polri tetapi pernah dididik dan mengabdi menjadi anggota Polri sehingga diharapkan agar tetap memiliki hubungan emosional dengan Polisi serta menjadi Mitra polisi dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di tengah-tengah masyarakat, dan semoga kedepannya dapat menjalani hubungan yang lebih baik sehingga menjadi orang yang lebih sukses dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh personil Polres lampung Timur dan Polsek jajaran sebagai pribadi-pribadi maupun sebagai pimpinan pastinya berharap tidak ada lagi upacara seperti ini di waktu-waktu yang akan datang untuk itu Mari kita ambil hikmah serta pelajaran dari upacara PTDH Ini, jadikan intropeksi diri dan cerminan agar bisa menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan tugas secara profesional dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku”. Tegas Kapolres

Sebelum mengakhiri amanat pada saat Upacara PTDH Kapolres menyampaikan beberapa hal penekanan kepada seluruh personil Polres Lampung Timur yaitu :

1. Tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua dan sebagai benteng dari diri perbuatan menyimpang dan tercela.

2. Tingkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan serta hindari tingkah laku tutur kata dan sikap-sikap seperti arogansi individualisme dan apatis sehingga kita semua dapat menjadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat.

3. Kepada para perwira atau pejabat perwira hendaknya menjadi tauladan bagi anggotanya dan melakukan pembinaan secara terus-menerus dan tidak bosan untuk menegur mengingatkan menasehati anggotanya bila ada penyimpangan dan pelanggaran.

(Humas Res Lamtim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 9 =